Jenis Cetakan

Minggu, 31 Maret 2013

Photoshop vs CorelDraw



Akhirnya ngeblog lagi! Setelah sekian lama bermalas-malasan (maklum, sejak pengumuman bulan Mei sampai sekarang, saya jarang berhubungan dengan buku), akhirnya muncul juga semangat ngeblog. Kali ini saya akan mencoba untuk membahas sesuatu yang sebenarnya ga perlu dibahas (sudah banyak yang bahas sih-.-), tapi dengan sisi pandang seorang saya!
Ga pake lama, yang akan kita bahas adalah perbedaan dari Photoshop dan CorelDraw. Siapa sih yang ga kenal keduanya? Mereka adalah tool wajib para desainer, baik yang jago advertisement atau web developing. Tapi, mereka tidak sama, melainkan saling melengkapi. Maka dari itu, begitu banyak perbedaan yang mereka miliki. Apa-apa saja itu?
Yup, mari kita mulai dari nama mereka. Waduh, jelas beda donk. Menurut mas Wikipedia, photoshop artinya “menyunting sebuah gambar”. Sedangkan CorelDraw (buang Corel-nya, kan nama perusahaan) atau Draw, artinya “menggambar”. Nah, dari nama aja dah jelas, Photoshop buat edit gambar, sedangkan Draw untuk buat gambar grafis.
Pembuatnya sendiri beda. Photoshop merupakan buatan Adobe, yang kini semakin banyak varian produknya. Demi menandingi Draw, Adobe memiliki lllustrator. Corel sendiri sebagai pembuat Draw, memiliki produk bernama Corel Photopaint untuk menandingi Photoshop. 
Raster dan vector adalah dua hal berbeda yang bisa digabungkan. Raster atau bitmap adalah “santapan” Photoshop, sedangkan vector adalah hasil pekerjaan Draw. Nah, raster atau bitmap adalah jenis gambar yang resolusinya sudah ditentukan. Maksudnya, jika kita zoom sampai 100 % saja, sudah keliatan pixel-nya (istilah awamnya, pecah). Konon lagi mau di-zoom 1600 %. Hehehe. Hal serupa tidak terjadi di vector, mau di-zoom berapa aja gambarnya ga pecah, tetap semulus awal.
OK, bagaimana dengan format file? PSD buatan Photoshop, melawan CDR buatan Draw. Siapa yang lebih rakus storage? Tentu saja PSD. Kalau ga percaya, Adobe aja sampe buat format baru buat PSD yang lebih dari 2 GB : PSB. Kalau CDR lebih ringan, karena ga mengenal metadata, layer, masking, channel, dkk yang dimiliki PSD. Kalau masih kurang ngerti, ini saya kasih contoh. File PSD dan CDR dibuat dengan resolusi kecil (misalkan 800x600). Ukuran file memang bisa beda-beda tipis, dengan kualitas yang setara. Namun, coba kamu zoom sampai 10 kali lipat (resolusi 8000x6000), PSD ga sanggup menandingi CDR. Akhirnya dibuat file PSD baru dengan resolusi 8000x6000 agar kualitas gambar bisa menyamai CDR. Ketika diliat size file-nya, saya jamin bakalan jauh lebih besar! Tapi CDR tidak berubah. Itulah mengapa bisa lebih ringan CDR, berkat sifat resolution independent-nya.
Saatnya ke system resource. Pernah liat system requirement keduanya ga? Nih saya copas dari situs resmi keduanya.
Photoshop :
Intel® Pentium® 4 or AMD Athlon® 64 processor
Microsoft® Windows® XP with Service Pack 3; Windows Vista® Home Premium, Business, Ultimate, or Enterprise with Service Pack 1 (Service Pack 2 recommended); or Windows 7
1GB of RAM
1GB of available hard-disk space for installation; additional free space required during installation (cannot install on removable flash storage devices)
1024x768 display (1280x800 recommended) with qualified hardware-accelerated OpenGL graphics card, 16-bit color, and 256MB of VRAM
Some GPU-accelerated features require graphics support for Shader Model 3.0 and OpenGL 2.0
DVD-ROM drive
Sedangkan untuk CorelDraw :
    Microsoft® Windows® 7, Windows Vista®, Windows® XP, with latest service packs installed (32-bit or 64-bit editions)
    Intel® Pentium® 4, AMD Athlon™ 64 or AMD Opteron™ (Intel® Core™ Duo 1.83 GHz, AMD Dual-Core 2.0 GHz or higher required for video editing)
    1 GB RAM (2 GB or higher recommended)
    128 MB VGA VRAM or higher (256 MB or higher recommended)
    4.5 GB hard disk space (to install all applications). Up to 9GB needed to install extra content
    32-bit ODBC drivers for external database connectivity (for website creation)
    Mouse or tablet
    Windows-compatible sound card
    1024 x 768 screen resolution (768 x 1024 on a Tablet PC)
    DVD drive
    Recordable DVD required for creating DVDs
    Recordable Blu-ray™ drive required for creating Blu-ray™ discs
    Internet connection required for online features and product registration
    Microsoft® Internet Explorer® 7 or higher
Nah, coba kita lihat bagian RAM. Draw merekomendasikan 2 GB, sedangkan Photoshop tidak. Ini merupakan bukti bahwa saat beroperasi, Draw membutuhkan lebih banyak memory. Bahkan di Windows 7 akan terasa sangat lambat jika hanya mengandalkan RAM 1 GB. 
Oh ya, spesifikasi keduanya berdasarkan versi terakhir yang sama-sama launching tahun lalu, yaitu CS 5 untuk Photoshop, dan X5 untuk Draw. Walau ada limanya, tapi internal version-nya beda. CS dan X hanya permainan merk demi menghindari versi ke-13 (takut sial). CS dimulai setelah Photoshop 7, jadi CS 5 adalah versi ke-12. Selanjutnya mereka akan merilis CS 6 alih-alih Photoshop 13. Corel sudah melewati versi 13 dengan membuat nama X3. Kini, X5 menjadi rilis ke-15.
Yang terakhir (maaf saya sudah capek -.-), user-nya. Yups, ada 3 jenis lho, yaitu yang memakai keduanya, memakai Photoshop saja, dan memakai Draw saja. Yang golongan pertama ya yang bekerja di advertisement dan web developing. Demi hasil yang cantik, mereka harus mampu memadukan keduanya. Pemakai Photoshop saja ya jelas fotografer. Buat apa grafis vector bagi mereka? Nah yang ketiga ini agak jarang (atau saya yang kurang tau). Mereka adalah animator. Dalam membuat gambar kartun 2D, Draw bisa diandalkan berkat keleluasaan dalam membuat kurva dan bentuk-bentuk lainnya. 
Sekian saja yang bisa saya bedakan dari mereka. Kalau ada tambahan, silahkan.

Selasa, 26 Maret 2013

Undangan Pernikahan

All Undangan Pernikahan

Brosur Privat Pelita Ilmu

Brosur Privat Pelita Ilmu

Blok Note PT Pupuk Kujang

Blok Note PT Pupuk Kujang

Selasa, 19 Maret 2013

11 Tips Belajar Desain Otodidak


11 tips Belajar Desain OtodidakIlmu grafis 11 tips belajar desainsecara otodidak cukup bisa menginspirasi Anda pemula di bidang desain sekaligus trik belajar desain cepat mudah untuk pemula. Hampir semua skill yang saya miliki saat ini diperoleh secara otodidak. Diantaranya saya peroleh dari internet, video tutorial, dan sebagian lagi dari buku. Menurut saya pengalaman dalam belajar secara otodidak ini sudah layak ditulis.
Sejak dalam instruksional desain ada tiga hal; ilmu pengetahuan, seni dan keterampilanmaka dalam proses desain akan melibatkan ketiga hal tersebut. Namun untuk belajar sendiri apa yang pertama kali perlu dilakukan adalah merupakan suatu yang tidak pasti, ibarat desain adalah kotak persegi bisa saja Anda mempelajarinya dari samping kiri atau tengah atau bahkan dari ujung. Namun kesemuanya akan mengarahkan Anda kepada apa yang disebut dengan desain. Mungkin, apa yang dihasilkan, proses belajar, pola pikir, kemampuan, imajinasi dan lingkungan bisa saja berbeda untuk menciptakan apa yang disebut dengan desain itu sendiri. Kita punya tahapan kita masing-masing yang membuatkemampuan desain kita berbeda meskipun kita memulainya secara bersamaan.
Perlu saya tekankan disini bahwa desainer bukanlah mereka yang mampu atau pintar menggunakan software desain saja. Desain tidak melulu mengenai software yang bahkan menggambar pada buku gambar adalah mendesain. Ada serangkaian daftar tips yang saya buat sendiri sekaligus tambahan dari usulan teman-teman untuk belajar desain yang menurut saya bisa dijadikan panduan untuk melakukan hal tersebut, setidaknya saya mendapatkan apa yang saya inginkan untuk masalah ini. Panduan ini bukanlah panduan dasar yang saklek / rigid dan selalu seperti itu, bisa saja berbeda dengan lainnya.

1. Kenali cara berpikir Anda

Lebih tepatnya adalah kenali siapa diri Anda. Kita dalam mendesain selalu bekerja dengan skala dominan adalah estetika. Estetika ini masuk dalam seni yang diatur oleh otak kanan. Seperti yang saya sampaikan pada artikel proses kreatif desain yang mengungkap cara kerja otak kiri dan otak kanan dan begitu pula pada belajar desain instruksional yang merupakan langkah pendekatan pendidikan program sarjana desain. Untuk mengetahui apakah Anda pengguna dominan otak kiri atau otak kanan ada juga tes untuk mengetahuinya.
Dengan mengetahui bahwa Anda pengguna dominan otak kiri atau kanan, nantinya Anda akan dapat melakukan sesutu untuk menanggapi hasilnya. Seperti melatih otak kanan Anda, melakukan sesuatu yang imaginatif dan berkreasi. Atau bahkan bisa menentukan potensi Anda dalam bidang ini. Begitu pula Anda akan mengetahui cara belajar Anda.
Belajar desain secara otodidak sedikit banyak akan mengarah pada desain praktis (belajar yang mengarah pada praktek) yang membuatnya susah atau perlu waktu yang lama untuk memahami konsep desain. Cara belajar berbeda-beda, setiap orang mempunyai cara belajar mereka masing-masing. Sebagian orang mungkin lebih suka belajar teori kemudian menerapkannya. Sebagian lain mungkin akan melewatkan teori dan langsung pada praktek. Sebagian mungkin lebih mudah memahami dengan studi kasus atau observasi dari proyek desain orang lain.
11 tips Belajar Desain Otodidak
Kenali juga media belajar yang cocok buat Anda. Apakah Anda lebih nyaman belajar lewat lewat buku, tutorial tertulis, atau mungkin video tutorial? Apakah Anda lebih nyaman dengan pembahasan yang detail atau yang sifatnya teknis, langsung praktek? Untuk mengetahui cara belajar ini membutuhkan eksperimen, mencoba-coba yang kemudian dievaluasi hasilnya. Langkah ini mungkin membutuhkan waktu lama, tapi setelah ini dikuasai, proses belajar Anda akan lebih mudah.
Pada dasarnya dengan mengenali diri kita sendiri kita akan mengetahui apa yang bisa dilakukan untuk mengatasinya, Anda akan dapat bersikap.

2. Pelajari Prinsip dan Instruksional Desain

Tentu saja Anda wajib tahu tentang prinsip desain, banyak diantara mereka penggila desain tidak mengetahui hal ini namun seringkali menggunakannya secara tidak sadar. Dengan mengetahui prinsip desain terlebih dulu akan membantu Anda untuk membuat karya desain yang tidak hanya menarik namun juga penuh manfaat dan mengedukasi. Banyak yang suka desain (mereka yang berkata asalkan dilihat menarik dan wah, ya sudah) akan kehilangan makna desain mereka, mereka tidak bisa menjabarkan maksud yang mendalam atas apa yang mereka buat biasanya akan susah berkomunikasi dengan klien.
Sebagai contoh riil adalah jika Anda tahu perasaan senang dapat diperoleh dengan menggunakan warna kuning (psikologi warna), tentunya untuk menggambarkan kesenangan Anda tidak mewarnai proyek desain Anda dengan warna ungu yang berkesan sedih. Atau juga dalam komunikasi visual Anda bisa mengetahui penggunaan ruang kosongdan nirmana sebagai acuan pembuatan karya desain yang baik dan benar (padahal dalam seni desain tidak ada baik dan benar, namun pendekatan ini masih saja perlu).
11 tips Belajar Desain Otodidak
Hampir dalam setiap level pembelajaran masih ada dasar-dasar atau pendekatan-pendekatan yang dapat dijadikan acuan untuk melakukannya dengan tepat. Bahkan dibidang seni murni sekalipun masih ada dasar-dasarnya. Mungkin bagi yang berbakat dibidang seni desain tidak terlalu membutuhkan ini, bagaimanapun seni desain tetap ada pelajarannya yang diakui didunia seni desain. Kita tidak bisa mencampakkannya begitu saja sementara orang lain belajar tentang hal tersebut, minimal sekedar tahu, Anda tidak harus mempelajarinya secara mengakar dan malah ribet.

3. Tentukan Bidang Desain

Menentukan bidang desain akan banyak berpengaruh pada apa yang akan Anda pelajari dan apa yang akan Anda hasilkan. Jika Anda menentukan dibidang logo yang sudah itu saja, jangan beralih terlalu cepat sehingga Anda tidak matang dibidangnya. Dunia desain sangatlah luas, Anda tidak bisa mempelajari kesemuanya dan mahir di kesemua bidang. Dengan menentukan bidang desain seperti halnya Anda akan mengetahui batasan-batasannya. Seperti software, teknologi, alat desain, fasilitas, biaya, waktu, tenaga,bahasa dan sebagainya.
Terkait dengan bahasa; desain berupa tutorial, review, showcase dan lain sebaginya banyak yang menggunakan bahasa inggris merkipun ada translator seperti google translate namun hasilnya masih kurang memuaskan. Ada baiknya Anda juga sedikit belajar bahasa Inggris.
Ada berbagai macam bidang desain dengan syarat kemampuan dan kecakapan desaintertentu yang hampir kesemuanya bisa menghasilkan uang. Namun tidak bisa dipilah-pilah terlalu banyak, ya cuma gara-gara tidak mungkin bisa ditulis disini karena saking banyaknya. Namun bisa saya tulis secara umumnya.
  1. Advertising (desain grafis untuk periklanan)
  2. Software Design (desain untuk user interface software)
  3. Web Design (desain tampilan website)
  4. Movie Production (desain movie title, motion graphic)
  5. Animation (Design Animator, Character Design, Illustrator Design)
  6. Music Visualizer (Visual Jokey, Video Maker)
  7. Game Design (desain tampilan game, desain karakter, environment)
  8. Printing Industry (manajemen produksi, packaging)
  9. Editorial Design (layout koran, desain majalah)
  10. Book Design (desain buku)
  11. Information Design (desain peta, sign system)
  12. Interactive Design (desain aplikasi ATM, skenario interaksi user)
  13. Branding Company (logo, identitas, brand developer)
  14. Type Design (desain huruf, eksperimen tipografi) dll

4. Pelajari Software Desain yang sesuai

Belajar software desain masuk dalam bidang keterampilan dan ilmu pengetahuan. Pelajarilah software desain yang potensial dan sesuai dengan bidang desain yang Anda inginkan. Akan sangat lucu jika Anda ingin belajar desain digital sementara Anda tidak menguasai software desain yang memang berbasis digital. Software merupakan alat desain sekunder, alat utama desainer adalah otak mereka, bagaimanapun menguasai software desain namun tidak ada proyek desain yang Anda hasilkan tanpa estetika atau ide kreatif desain di dalamnya akan membuatnya terlihat ‘kering’ dan tidak mengkilat. Jadi teringat kata-kata teman ‘Good design always made for good purpose’.
Dan seringkali kemampuan software desain menjadi hambatan untuk memvisualisasikan ide kreatif kita. Seperti halnya untuk membuat objek tiga dimensi dalam illustrator namun Anda tidak tahu cara membuatnya, hal ini akan bermasalah dan menjadi kendala yang cukup strategis. Meskipun bisa kita cari jawabannya, namun tetap akan menghambat proses seperti pada saat pengerjaan proyek desain kita (ingat! deadline).
Software desain jumlahnya sangat banyak saya sarankan Anda perlu ketahui jenis, nama dan kegunaannya. Sekedar tahu saja tidak menjadi masalah, karena dengan mengetahuinya mungkin suatu saat nanti akan bermanfaat.

5. Belajarlah dari seorang ahli.

Belajar secara otodidak berarti Anda memiliki sedikit bahkan tidak ada kesempatan untuk bertanya. Usahakan Anda belajar dari orang-orang yang terbaik dibidangnya yang bisa mengajarkan dengan mudah dan jelas, mungkin tidak banyak orang yang bisa mengajari Anda tapi pasti ada.
Jangan belajar dari pemula! Pengetahuannya yang terbatas mungkin malah menyeret Anda ke teknik-teknik yang sebetulnya tidak praktis atau malah tidak berguna. Lebih baik belajar langsung dari para ahli yang sudah berpengalaman di bidangnya.
11 tips Belajar Desain Otodidak
Mencari seorang ahli tidak sesulit kedengarannya. Di internet, mereka akan ada di situs-situs besar. Di buku, mereka bisa ditemukan di penerbit-penerbit terkemuka. Mudah bukan?

6. Kurangi bertanya, gunakan Google!

Di internet ada banyak orang yang baik hati yang menulis tutorial gratis, artikel gratis,software gratis, buku gratis, dan banyak lagi. Itu dilakukan karena memang mereka bisa dan mereka mau. Ini bukan berarti bahwa Anda bisa begitu saja menyuruh mereka unu selalu menjawab atas apa yang Anda tanyakan. Biasakan untuk selalu mencari solusi permasalahan Anda sendiri. Dengan begitu Anda akan merasakan betul atas apa yang Anda usahakan.
Jika ada masalah ketika belajar, mulailah dengan mencari pertanyaannya di Google. Mudah saja, tinggal tuliskan pertanyaannya. Database wordpress rusak, tulis saja “restore database wordpress rusak”. Mau mengubah nomor chapter di InDesign, tulis saja “changing chapter number in InDesign”. Saya jamin Anda akan memperoleh banyak link dan alternatif jawaban dari hampir setiap pertanyaan Anda.

7. Buat atau gabung komunitas

Komunitas yang baik biasanya aktif, ada kegiatan, dan dinamis. Ada dua jenis komunitas yaitu komunitas di internet dan satunya komunitas di dunia nyata.
Pada komunitas didunia maya ada sengkaian etika dan cara yang tersendiri. Sebelum bertanya, pastikan Anda telah mencari di arsip lama. Menanyakan pertanyaan yang sudah ada bisa jadi membuat Anda dianggap spammer. Biasakan juga untuk ikut aktif berdiskusi di pertanyaan-pertanyaan. Ingat bahwa tujuan forum adalah sharing, bukan untuk kita pribadi.
11 tips Belajar Desain Otodidak
Pada komunitas didunia nyata biasanya cukup terbatas, hal ini disebabkan adanya pembatasan wilayah, pembatasan keikutsertaan (member), pembatasan kepemilikan (ex: komunitas fotografi wajib punya kamera), dan pembatasan usia. Namun hasil yang bisa diperoleh dari komunitas di dunia nyata ini cukup signifikan, seperti memberi semangat kepada Anda untuk terus melangkah maju dan sebagainya.

8. Kurangi pengalih perhatian

Perhatikan apa saja faktor yang bisa mengganggu proses belajar Anda. Faktor ini mungkin saja facebook, twitter, email, atau bahkan pacar dan orang-orang di sekitar Anda. Jika Anda harus sendirian, silakan pindah ke kamar tertutup, yang penting tidak ke kamar tidur.
Facebook, twitter, koprol dan jejaring pertemanan lainnya memang bisa membuat Anda tidak fokus namun itu semua hanyalah fasilitas atau sebuah alat. Jika Anda benar-benar memahami apa yang Anda inginkan, cobalah untuk selalu mencari teman desainer. Dengan cara demikian ada kemungkinan menjadi bukan lagi pengalih perhatian.
Pengalih perhatian bisa saja waktu dan kondisi Anda sendiri, dan kadang tidak bisa dihindari seperti kewajiban mengurus anak Anda yang masih kecil, segeralah untuk mengurangi beban tersebut. Bukan berarti Anda menghindarinya tetapi kurangi semua beban dan pengalih perhatian tersebut. Beranilah untuk berkata tidak pada hal-hal yang tidak strategis atau krusial yang bisa menambah pengalih perhatian Anda.

9. Aturlah lingkungan Anda

Seperti apa yang psikolog katakan bahwa lingkungan akan mempengaruhi pola pikir dan kecenderungan Anda. Bila Anda ingin belajar desain akan sangat memungkinkan Anda mempelajarinya dengan cepat dan mudah jika orang-orang disekeling Anda adalah desainer. Carilah teman desainer yang ada didunia nyata dan begitu pula dunia maya. Kemudian Percakapan Anda, tingkah laku Anda dan cara pikir Anda sedikit-demi sedikit akan bergeser menjadi seolah-olah Anda adalah desainer.

10. Mulai dengan garis besar baru menuju detail

Di kelas, Anda belajar dengan panduan kurikulum. Materi belajar dimulai dari tingkat awal dan berangsur-angsur makin tinggi. Ketika belajar otodidak, kita mengatur sendiri apa yang akan dipelajari. Sebaiknya mulailah dengan mempelajari garis besar untuk memahami peran setiap materi.
Misalnya Anda ingin belajar membuat brosur yang menarik. Secara garis besar, biasanya desain dimulai dari membidik gamabr dengan kamera, mengeditnya dengan photoshop, baru kemudian dikumpulkan beserta tulisan brief pada CorelDraw atau Adobe InDesign. Jadi, yang perlu Anda lakukan adalah memahami seni dan prinsip dasar desain yang baik kemudian barulah Anda menggunakan software semisal Photoshop dan coreldraw. Dengan memahami alur ini, proses belajar akan lebih terarah dan tentunya menghemat waktu.
Belajarlah secara bertahap, sebenarnya itu yang ingin saya sampaikan. Pelajarilah sedikit-demi sedikit dan jangan malu mengakui kemampuan Anda yang ada sekarang. Ada baiknya Anda membuat blog atau sejenisnya untuk menampilkan kemampuan Anda pada about. Mungkin pada awalnya tidak ada kemampuan desain sama sekali, namun sedikit demi sedikit akan berganti. Tulislah perubahan kemampuan secara berkala sehingga Anda mengetahui secara jelas apa yang Anda punya.

11. Tentukan Tujuan Anda Sekarang

Sekali lagi ini menjadi bahasan yang teramat penting untuk ditinggalkan dalam tulisan ini. Seorang tanpa tujuan yang pasti akan selalu goyah pada perjalannya sebelum apa yang dicarinya mulai kabur dan pergi menjauh. Maksud utama dari point ini adalah jika Anda sudah mengetahui apa saja pekerjaan yang ada dalam ruang lingkup desain, maka Anda sudah wajib untuk memilih mana yang sesuai dan cocok untuk Anda. Dengan menentukan jenis pekerjaan, bayaran yang ingin Anda capai, hasil desain yang ingin Anda raih, statusbisnis, status sosial, waktu Anda ingin mencapainya, kemampuan yang mana Anda mau pelajari dan masih banyak lagi. Bukankah belajar sudah seharusnya menghasilkan? dan akan lebih menarik jika kita menyukainya sekaligus mendapatkan uang darinya bukan?
Tentukan sekarang! Dan akan mengarahkan Anda pada sesuatu yang pasti dengan ruang lingkup pasti, waktu yang pasti, hasil yang pasti, dan kemampuan yang pasti. Jika tidakYou are not into that. Hal ini akan memicu adrenalin Anda untuk berbuat lebih dan lebih lagi. Tujuan Anda akan mengarahkan Anda padanya. Setidaknya Anda berusaha untuk mencapainya.
Tidak mudah belajar desain, tidak semudah membalikkan tangan. Anda akan memerlukan proses dan biarlah waktu menentukan kemampuan Anda. Anda akan diuji dengan berbagai kesulitan ketika mempelajarinya. Tapi yakinlah dengan tekad, passion dan semangat Anda pasti bisa!.
Inilah beberapa tips yang saya terapkan dan berguna dalam proses belajar saya. Apakah Anda belajar desain otodidak juga? Jika ada tips yang terlewatkan jangan lupa untuk menuliskan dalam kolom komentar di bawah.
Semoga Anda menikmati artikel ini dan jangan lupa bergabung dengan teman-teman yang lain di Facebook AhliDesain, dan ikuti Twitter saya. Jika Anda menyukai artikel-artikel dari saya jangan lupa untuk memasukkannya dalam subscribe ke ahlidesain RSS Feed.
Bila ada yang ditanyakan, saran, tanggapan dan ide kreatif silakan isi pada komentar, saya akan mencoba menjawab secepat dan sebaik mungkin.

Minggu, 17 Maret 2013

7 Software 3D Design Terbaik versi EOC


3 dimensi atau biasa disingkat 3D atau disebut ruang, adalah bentuk dari benda yang memiliki panjang, lebar, dan tinggi. Istilah ini biasanya digunakan dalam bidang seni, animasi, komputer dan matematika. disini, EOC Team, akan menjelaskan tentang 7 Software 3D Design Terbaik.






07 - K-3D
K-3D adalah software 3D modelling dan software animasi. dengan menggunakan basic polygonal modelling, dan juga termasuk basic NURBS. dan, disertai dengan berbagai plugin dengan tampilan pipeline architecture, yang membuat K-3D menjadi software 3D yang powerful untuk Desain Grafis. Software ini dapat didownload melalui situs resminya. dan merupakan Freeware (Gratis).
Klik untuk Download K-3D Gratis di situs Resminya

06 - Zmodeler (Zanoza Modeler)
ZModeler (Zanoza Modeler) adalah software 3D modeling yang dikembangkan oleh Oleg Melashenko. software ini biasa dibuat untuk mendesain model benda-benda di game komputer seperti dalam game 18 Wheels of Steel, Grand Theft Auto, Need for Speed, Midtown Madness, dan lain-lain. software ini mendukung Direct3D graphic card, dan membutuhkan sedikit dari kapasitas RAM, software ini berukuran sekitar 20MB, dan dapat didownload gratis di situsnya.
Klik untuk Download Zmodeler gratis di situs Resminya.

05 - SketchUp
SketchUp adalah software 3D modeling dari Google yang didesain untuk arsitektural, civil, mechanical engineers, filmmakers, game developers, dan lain-lain. Software yang mudah dioperasikan ini dapat juga menambahkan objek, gedung, dan material di Google Earth. Software ini gratis didownload di situs Google.
Klik untuk Download SketchUp gratis dari situs Resminya.

04 - Blender
Blender adalah Software 3D gratis dan open-source yang digunakan untuk membuat film animasi, visual effects, interactive 3D applications atau video games. fitur dari Blender banyak macamnya, yaitu 3D modeling, UV unwrapping, texturing, rigging and skinning, fluid and smoke simulation, particle simulation, animating, rendering, video editing and compositing, dan juga built-in game engine.
Klik untuk Download Blender gratis dari situs Resminya.

03 - Maya

Autodesk Maya adalah Software 3D yang digunakan untuk membuat interactive 3D applications, termasuk video games, film animasi, TV series, atau visual effects. dengan fitur-fitur yang sangat memudahkan salam hal desain karakter seperti Fur, Hair, nCloth, nParticle, MatchMover, Composite, dan Camera Sequencer. menjadikan Maya sebagai software yang sering digunakan oleh Profesional.
Klik untuk mengunjungi situs resmi Autodesk

02 - 3DMax
Autodesk 3DMax digunakan untuk animasi 3D, model, dan gambar. dan mempunyai banyak plugin arsitektur dan bisa digunakan dalam sistem operasi Windows. 3DMax sering digunakan oleh video game developers, TV commercial studios dan architectural visualization studios. 3DMax juga digunakan untuk movie effects dan movie pre-visualization.
Klik untuk mengunjungi situs resmi Autodesk.

01 - Cinema4D
Cinema4D adalah Software 3D modeling, animation dan rendering application yang dikembangkan oleh MAXON Computer GmbH of Friedrichsdorf, Jerman. dengan menggunakan Point & polygonal/subd modeling, animating, lighting, texturing, rendering, dan banyak fitur lain yang lengkap sebagai 3d modelling applications. Software ini dapat digunakan untuk Game Developer, Animasi, Modelling, dan juga berbagai Special Effect Movies, seperti The Golden Compass, Surf's Up, Spider-Man 3, Monster House, War of the Worlds, Chronicles of Narnia, Doom, Van Helsing, The Polar Express, King Arthur, Tron: Legacy, dan masih banyak lagi Karya yang dihasilkan melalui software ini, yang menjadikan software ini menjadi Software 3D Nomor 1, versi EOC.

Undangan Pernikahan Yadi dan Nur

Undangan Pernikahan Yadi dan Nur